Pengendalian terencana dari suatu aktifitas adalah merupakan suatu karakteristik dasar dari industri modern, sebab pada dasarnya pengendalian yang efektif atas manusia, bahan,desain dan uang kearah perolehan laba yang penting dalam suatu perusahaan. Sejalan dengan perkembangan suatu perusahaan maka untuk menghadapi faktor-faktor tersebut diatas haruslah dipertimbangkan suatu sistem pengendalian produksi yang dapat menunjang seluruh aktifitas produksi sebagai salah satu sistem pengendalian produksi yang dapat menunjang seluruh aktifitas produksi sebagai salah satu langkah dalam proses pengambilan keputusan PT INTI (Perusahaan Industri Telekomunikasi Indonesia) merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam industri telekomunikasi untuk melayani permintaan dalam negeri maupun luar negeri, dimana dalam melakukan aktifitas produksinya perusahaan ini berproduksi berdasarkan pesanan dari konsumen (Job-Order). Sebagai perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan atau perjanjian kontrak, maka hasil produksinya akan selalu mengalami perubahan pada setiap periode, baik jumlah maupun jenis-nya. Pada mulanya komponen-komponen yang digunakan dalam perakitan produknya sebagian besar masih diimpor dari luar negeri seperti Jerman Barat, Jepang dll. Pelokalan masih dibuat di dalam negeri. Dengan sering terjadinya perubahan rencana produksi pada setiap periode pemesanan, baik di dalam negeri maupun diluar negeri akan menyebabkan timbulnya masalah dalam hal penanganan material sebagai salah satu faktor yang menunjang aktifitas produksinya.