Sistem informasi pada suatu indtitusi pendidikan, agar proses belajar dan mengajar dapat berjalan dengan lancar, salah satunya akan ditunjang dari segi monitoring mental para siswanya. Selama ini, untuk memantau siswa, divisi Bimbingan dan Konseling SMAK Kolese Santo Yusup Malang masih menggunakan arsip yang berasal dari angket, kuisioner, dan konseling.Untuk sebuah institusi dengan jumlah siswa mencapai ribuan, tentunya akan muncul kesulitan-kesulitan dalam memantau masing-masing dari ribuan siswa tersebut dari arsip berupa kertas-kertas dokumen.
Institusi yang dijadikan objek penelitian adalah SMAK Kolase Snto Yusup Malang, yang merupakan sebuah SMAK dengan siswa kurang lebih 1.300 orang. Selama ini, divisi Bimbingan dan Konseling banyak mengalami hambatan dalam memantau para siswa. Akibatnya, permasalaha-permasalahan siswa sulit untuk dipecahkan dengan cepat.
Untuk itu sistem yang lama sudah sepatutnya diganti dengan sistem yang baru secara komputerisasi yang dilengkapi dengan monitoring mental siswa.
Dimana penggunaan sistem ini akan membantu dan mempercepat pengambilan keputusan dalam memecahkan permasalahan siswa.